Presiden pun antri … August 12, 2007
Posted by galihhari in Artikel.add a comment
Antri menggambarkan suatu demokrasi. Potret demokrasi ini bisa kita temukan pada saat pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) pertama yang berlangsung 1955. Begitu tingginya penghargaan terhadap demokrasi tercermin dari kesediaan dwi tunggal republik ini –Soekarno dan Mohamad Hatta– untuk antri saat akan memberikan suara di bilik suara bersama-sama dengan rakyat.
Di mata Pemilu yang menjadi sarana demokrasi, pemilih adalah sama dan memiliki hak yang sama. Karena itu, jangan kaget jika Soekarno terselip di antrian panjang di sebuah tempat pemungutan suara (TPS) di Jakarta. Para pemilih ‘berbaris’ rapi, menunggu giliran memberikan suara. Saat antri, para pengawalnya pun tidak tampak.
(more…)