Sarimin dicekal di Surabaya December 17, 2007
Posted by galihhari in Opini.trackback
Pertunjukan Sarimin oleh SBY nya Republik Mimpi menuai protes dari Kapolwiltabes Surabaya Anang Iskandar. Anang keberatan dengan hanya ditampilkan nya sisi negatif dari aparat penegak hukum. Seperti diketahui, lakon Sarimin ini memang menelanjangi secara utuh aparat hukum.
Lakon Sarimin sendiri mengisahkan seorang tukang monyet keliling (Sarimin) yang menemukan sebuah KTP. Kamudian Sarimin menyerahkan KTP tsb kepada Polisi. Masalah mulai timbul karena ternyata KTP itu milik seorang Hakim Agung. Oleh polisi, Sarimin dipaksa mengaku kalau dia yang mencuri KTP itu bukan menemukannya sesuai kejadian sebenernya. Tentu saja Sarimin menolak. Sarimin salah karena dia benar. Itulah nilai yang ingin diangkat oleh Si Butet Yogya.
Terhadap kritikan tsb, Anang juga mengatakan kalau tontonan itu tidak pada tempatnya. Dan tidak layak untuk dipertunjukkan di hadapan publik. Masih menurut kapolwil, seharusnya tontonan seperti itu paling pas kalau dipertunjukkan di hadapan para polisi. Ini merupakan pernyataan sekaligus tawaran bagi Sarimin.
Di lain pihak, Butet tidak terlalu memusingkan kejengkelan kapolwil. Malah dia menyambut baik tawaran manggung di polwiltabes. Asalkan setelah itu ada acara diskusi yang melibatkan para pakar untuk meningkatkan kualitas pelayanan polisi ke masyarakat.
Comments»
No comments yet — be the first.